Rabu, 11 Januari 2017

MERAMAL HARI TUA


Hari ini rapat fasilitator bukan rapat trainer, kata Ayah trainer dan fasilitator itu berbeda. Fasilitator hanya meng-hero-kan orang yang berkonsultasi dengannya karena setiap orangtua sudah Allah pilih untuk menjadi coach (pelatih) terbaik bagi anaknya, orangtua yang paling tahu kebutuhan anaknya dan orangtualah yang paling ingin anaknya sukses, maka tugas fasilitator hanya meyakinkan dan memandu orangtua menemukan solusi untuk setiap masalahnya. Hanya orang-orang yang mau berjuang yang bisa jadi fasilitator, hanya yang bermuka tembok yang bisa jadi fasilitator, kenapa? Karena menyampaikan yang benar belum tentu selalu diterima. Maka, fasilitator harus siap dengan visinya dan moto “silakan benci saya tapi jangan benci yang saya bawa”. Be, a missionaris!!! Yups, kemana-mana bawa misi. Bicaranya parenting, menghadapi anak pake ilmu parenting, duduk mikirin parenting, bacaannya parenting, mimpi bahkan ngigaunya pun parenting, hehe, segitunya?? Ya iya, harus?? Wajib tanpa dosa kata buk novi...

Ayah pernah bercerita tentang guru beliau berpesan, “kita sudah terlalu banyak istirahat”. Kondisi anak-anak makin memprihatinkan, anak-anak di bombardir dengan tontonan dan games yang perlahan membentuk mereka menjadi seperti yang mereka tonton. Ngeri kan?? Ah itu kan Cuma anak orang lain, anak saya mah enggak.. oho, jangan salah, saat anak kita mungkin tidak menjadi pelaku mungkin saja ia menjadi korban, maka tugas kita adalah menyelamatkan anak kita dan menyelamatkan anak orang lain?? Caranya, sampaikan walau pun sedikit, sampaikan bahwa kondisi anak menjadi tanggung jawab bersama. Tahun ini mungkin kita adalah orang dewasa yang bisa melakukan segala yang kita mau, beberapa puluh tahun lagi, kita akan menjadi manusia renta  yang tidak bisa apa-apa, anak-anak yang hari ini kita biarkan menggantikan posisi yang sekarang kita duduki, mengisi pasar-pasar yang dulu kita bertransaksi di dalamnya, berjalan di jalan-jalan yang dulu kita lewati, siapa yang akan menolong kita jika tua kelak??? Ya, mereka anak-anak yang hari ini ada, anak-anak yang sedang tumbuh di sekeliling kita dan MEREKA AKAN TUMBUH SEPERTI YANG KITA SIAPKAN!! Mendidik mereka berarti juga menyiapkan hari tua yang bahagia. kondisi mereka hari ini menggambarkan nasib kita dihari tua, menggambarkan kondisi negeri kita di masa depan.  tak inginkah kita ketika kelak, kita tertatih-tatih membawa barang yang begitu banyak sementara tubuh sudah lemah dimakan usia, seorang pemuda tanggung dengan senyum sopan menawan menawarkan diri “boleh saya bantu?”, atau ketika kita sakit tak mampu lagi bergerak diatas tempat tidur, anak-anak kita yang kelak mengelus kita lembut penuh kasih sayang meski kita begitu menjijikkan karena luka atau kotoran yang tak lagi mampu kita basuh sendiri. Cara kita memperlakukan anak-anak hari ini menentukan bagaimana mereka memperlakukan kita kelak. dan kini, tentukanlah beberapa puluh tahun lagi, orang dewasa macam apakah yang kita inginkan mengisi negeri ini, tentukan!! Dan mulailah belajar dan berbuat dari sekarang!!

be a fasilitator!! be a missionaris!!



                                                                                                                     #ryu_san
                                                                                                                     #rumahanaksholeh