Hari ini rapat fasilitator bukan
rapat trainer, kata Ayah trainer dan fasilitator itu berbeda. Fasilitator hanya
meng-hero-kan orang yang berkonsultasi dengannya karena setiap orangtua sudah Allah
pilih untuk menjadi coach (pelatih) terbaik bagi anaknya, orangtua yang paling
tahu kebutuhan anaknya dan orangtualah yang paling ingin anaknya sukses, maka
tugas fasilitator hanya meyakinkan dan memandu orangtua menemukan solusi untuk
setiap masalahnya. Hanya orang-orang yang mau berjuang yang bisa jadi
fasilitator, hanya yang bermuka tembok yang bisa jadi fasilitator, kenapa? Karena
menyampaikan yang benar belum tentu selalu diterima. Maka, fasilitator harus
siap dengan visinya dan moto “silakan benci saya tapi jangan benci yang saya
bawa”. Be, a missionaris!!! Yups, kemana-mana bawa misi. Bicaranya parenting,
menghadapi anak pake ilmu parenting, duduk mikirin parenting, bacaannya
parenting, mimpi bahkan ngigaunya pun parenting, hehe, segitunya?? Ya iya,
harus?? Wajib tanpa dosa kata buk novi...
Ayah pernah bercerita tentang guru
beliau berpesan, “kita sudah terlalu banyak istirahat”. Kondisi anak-anak makin
memprihatinkan, anak-anak di bombardir
dengan tontonan dan games yang perlahan membentuk mereka menjadi seperti yang mereka tonton.
Ngeri kan?? Ah itu kan Cuma anak orang lain, anak saya mah enggak.. oho,
jangan salah, saat anak kita mungkin tidak menjadi pelaku mungkin saja ia
menjadi korban, maka tugas kita adalah menyelamatkan anak kita dan
menyelamatkan anak orang lain?? Caranya, sampaikan walau pun sedikit, sampaikan
bahwa kondisi anak menjadi tanggung jawab bersama. Tahun ini mungkin kita
adalah orang dewasa yang bisa melakukan segala yang kita mau, beberapa puluh
tahun lagi, kita akan menjadi manusia renta
yang tidak bisa apa-apa, anak-anak yang hari ini kita biarkan
menggantikan posisi yang sekarang kita duduki, mengisi pasar-pasar yang dulu
kita bertransaksi di dalamnya, berjalan di jalan-jalan yang dulu kita lewati,
siapa yang akan menolong kita jika tua kelak??? Ya, mereka anak-anak yang hari
ini ada, anak-anak yang sedang tumbuh di sekeliling kita dan MEREKA AKAN TUMBUH SEPERTI YANG KITA SIAPKAN!! Mendidik mereka berarti juga menyiapkan hari tua yang
bahagia. kondisi mereka hari ini menggambarkan nasib kita dihari tua,
menggambarkan kondisi negeri kita di masa depan. tak inginkah kita ketika kelak, kita
tertatih-tatih membawa barang yang begitu banyak sementara tubuh sudah lemah dimakan
usia, seorang pemuda tanggung dengan senyum sopan menawan menawarkan diri “boleh
saya bantu?”, atau ketika kita sakit tak mampu lagi bergerak diatas tempat
tidur, anak-anak kita yang kelak mengelus kita lembut penuh kasih sayang meski
kita begitu menjijikkan karena luka atau kotoran yang tak lagi mampu kita basuh
sendiri. Cara kita memperlakukan
anak-anak hari ini menentukan bagaimana mereka memperlakukan kita kelak. dan
kini, tentukanlah beberapa puluh tahun lagi, orang dewasa macam apakah yang kita
inginkan mengisi negeri ini, tentukan!! Dan mulailah belajar dan berbuat dari
sekarang!!
be a fasilitator!! be a missionaris!!
#ryu_san
#rumahanaksholeh
#rumahanaksholeh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar